Selasa, 29 Desember 2015

Museum Ronggowarsito


Museum Ronggowarsito

Sejak diresmikan pada tanggal 5 juli 1989, museum Ronggowarsito menjadi objek wisata di kota Semarang. Semarang dimana kota yang paling padat transportasi dan aktivitas kesehariannya. Museum merupakan tempat yang berperan aktif dalam menjaga sejarah yang pernah dialami suatu bangsa. Museum Ronggowarsito menjadi salah satunya, dimana di dalam berbagai bukti sejarah hampir seluruh wilayah di Jawa Tengah tersimpan rapi.
Banyak wisatawan yang berkunjung di museum tersebut, karena tempatnya strategis di dekat pusat kota. Harga tiket masuk yang murah membuat tempat tersebut sering menjadi salah salah satu tujuan tempat wisata di kota Semarang.  Pengunjung berbagai usia dari anak-anak sampai dewasa dapat menikmati museum tersebut. Disini pengunjung tidak hanya berwisata tetapi dapat menambah wawasan kita dalam sejarah. Banyak ilmu yang didapat disini.
Museum ranggawarsito memiliki koleksi benda-benda bersejarah yang meliputi sejarah alam, arkeologi, budaya jawa, peninggalan islam. Gedung A, yang didalamnya tersimpan benda-benda yang berunsur geografi, seperti batu kristal kecubung, batu kwarsa dan jenis-jenis batuan lainnya. Serta ada pula berbagai jenis tanah yang menjadi koleksinya. Gedung B, yang berisi peninggalan-peninggalan bersejarah dari enam periode sejarah, meliputi peninggalan zaman peradaban polenesia, Hindu-Budha dan lain-lain. Disana terdapat patung gajah yang menjulangkan belalainya dengan gading yang panjang, disampingnya juga terdapat replika rangka binatang purba pada zaman pra-sejarah. Gedung C, yang tersimpan bukti sejarah perjuangan bangsa Indonesia dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan, seperti uang, perabotan rumah tangga yang digunakan pada zaman penjajahan, suasana masa penjajahan dan kemerdekaandalam miniatur tiga dimensi, dan lain sebagainya. Gedung D, tertata koleksi-koleksi bernilai seni tinggi. Di dalamnya terdapat jenis-jenis wayang berbagai pakaian adat nusantara, ada angklung yang dapat dimainkan, kesenian-kesenian tradisional yang ada di Jawa Tengah, beragam jenis gamelan , Nini towok, dan lain-lain.
Disana kita akan menyusuri lorong-lorong dari gedung satu ke gedung lainnya. Pengunjung disuguhi berwisata budaya, menimba ilmu sejarah dan kebudayaan. Penataan ruangan dan alur penyajian museum ronggowarsito memiliki karakter sendiri sehingga pengunjung tidak akan jenuh jika berada disana.
Jika anda berkunjung di museun ronggowarsito tidak akan rugi, karena kita akan puas atas sajian edukasi budaya yang diberikan kepada kita. Jangan sia-siakan orang tersayang kita wisata yang hanya berhura-hura saja, tetapi wisata dengan tambahan edukasi. Selain kita berwisata kita dapat menimba ilmu dari situ. Mari kita berwisata edukasi di Museum Ranggawarsito Semarang.
Ayo ajak orang tersayang kita berwisata edukasi di Museum Ranggawarsito.

Selasa, 22 September 2015

resensi




Resensi buku

 

Identitas buku

Judul Buku                   : Islam Nusantara Dialog Tradisi dan Agama Faktual

Penulis                          : M. Rikza Chamani

Penerbit                         : Pustaka Zaman

Jumlah halaman            : 89 + xiv halaman

Tahun terbit                  : Juli 2015

Kota terbit                    : Semarang

Cetakan                         : pertama

 

Ulasan buku

Secara etimologis, bahwa Islam Nusantara berasal dari dua kata, yakni Islam dan Nusantara. Islam berarti agama yang diajarkan oleh Nabi dengan sumber Al-Qur’an dan hadits yang berkembang keseluruh pelosok dunia. Sedangkan Nusantara sebutan pulau-pulau di Indonesia. Secara terminologis, Islam Nusantara merupakan gerakan Islam Indonesia yang berdasar pada Pancasila dan Undang-undang Dasar 1945 dengan berbagai macam karakter tradisi, budaya dan pemahaman keagamaan. Islam Nusantara bukan ideologi baru, bukan pula “agama” baru dan bukan reinkarnasi Jaringan Islam Liberal (JIL).

Islam sebagai agama yang selalu dilihat dengan kaca mata doktrin ketuhanan. Doktrin ketuhanan ini melahirkan kebenaran mutlak, saking yakinnya dengan kemutlkan kebenaran dimaksud, semua orang terkadang berubah wujud menjadi “tuhan-tuhan" kecil yang menyebut ini kebenaran dan itu kesalahan. Kebenaran manusia (yang disebut kebenaran Tuhan) tadi itu yang membuat awal dari pintu masuk perbedaan. Oleh sebab itu, Islam normatif ternyata juga melahirnya persepsi beda dalam sisi agama. Keyakinan orang terhadap Islam, Allah, Nabi, dan Al-Qur’an sebagai kitab suci merupakan tanggung jawab individu. Dan isi dari ajaran Islam itu kemudian menjadi tanggung jawab sosial yang perlu didialogkan. Dalam dialog (sebut saja dialog teologi) inilah lahir fanatisme. Tinggal siapa yang mengajarkan fanatisme ini. Sebagai pemikiran, Islam tentu saja lahir dengan beragam pola pikir. Jadi pikiran satu dengan yang lainnya berbeda-beda. Keanekaragaman Islam Nusantara (Indonesia) adalah rahmat Tuhan. Dan ini menjadi bukti, bahwa kajian keislaman masih sangat menarik untuk didialogkan.

Kelebihan & Kekurangan buku

Dalam buku ini penulis tidak selalu menggunakan pendapatnya sendiri, terkadang dia menyelipkan beberapa pendapat orang lain. Penulis juga tidak memihak kepada salah satu pihak tetapi selalu menjadi penengah. Dalam bahasan buku ini mengambil contoh hal-hal terupdate untuk saat ini. Topik bahasan yang masih hangat dibicarakan khalayak saat ini. Wawasan penulis yang luas, membuat buku ini semakin menarik untuk dibaca. Hal-hal tersebut merupakan point plus dalam buku ini. Untuk kekurangan buku ini sebenarnya tidak banyak, hanya saja terkadang menggunakan bahasa dalam kalimat yang sulit dipahami harus membaca ulang kembali. Dan juga tidak ada gambar dalam contoh, pembaca harus pembayangkan sendiri.

Kesimpulan

Buku ini memberikan contoh pandangan orang terhadap fenomena Islam Nusantara. Penulis mempunyai wawasan dan pandangan luas tentang Islam Nusantara. Contoh-contoh yang diberikan sangat menarik untuk diulas. Buku ini menarik untuk dibaca oleh masyarakat. konsumen saat melihat sampul dan judul bukunya akan terlihat tertarik untuk membacanya. Buku ini cocok sebagai referensi untuk mata kuliah Islam di perguruan Tinggi. Saran pembaca bagi penulis adalah lebih banyak memberi contoh yang sedang dihadapi masa sekarang.